TUBUH MANUSIA I : ANGGOTA TUBUH MATA

Muthaffifin ayat 30: Salah satu gerakan mata adalah berkedip

 Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya

(Allah mengabarkan tentang orang-orang yang berdosa yaitu yang menertawakan kaum mukmin sewaktu di dunia. Jika orang-orang mukminin berjalan di hadapan mereka maka mereka akan menghina dan merperolok-oloknya.

  • Kisah Abdulah Bin Ummi makhtum

Abdullah bin Ummi Maktum ialah seorang sahabat nabi yang buta matanya. Beliau pernah memohon pengecualian daripada Rasulullah SAW untuk tidak bersolat secara berjemaah di masjid pada waktu subuh dengan alasan tiada orang yang memimpinnya. Rasulullah bertanya, “adakah kamu dapat mendengar azan?”. Pantas beliau menjawab, “Tentu, Ya Rasulullah”.

“Kalau begitu, tiada keringanan bagimu”, balas Rasulullah. Sebagai hamba Allah yang tawaduk dan istiqomah dan sahabat yang taat, Abdullah bin Ummi Maktum meraba-meraba mencari jalan ke masjid dengan berpandukan suara azan pada waktu subuh. Tidak lama dia keluar dari rumah dan menghayun langkah, tiba-tiba kakinya tersadung batu lalu beliau terjatuh dan terluka wajahnya, lalu darah pun mengalir membasahi wajah mulianya. Beliau berpatah balik ke rumah membersihkan wajah dan menukar pakaian dan keluar semula dengan meraba-raba mencari jalan ke masjid.

Tiba-tiba datang seorang pemuda bertanya kepada beliau. ” Ammu (pakcik), mahu ke mana?” ” Ke masjid”, jawab Abdullah bin Ummi Maktum. “Marilah saya tolong pimpin ammu ke masjid”, tawar pemuda itu. Tentulah Abdullah bin Ummi Maktum berasa senang hati dengan tawaran itu. Mulai dari sejak itu, setiap subuh Abdullah bin Ummi Maktum keluar menunaikan solat subuh di masjid dengan ditemani oleh pemuda itu. Namun begitu, Abdullah bin Ummi Maktum tidak pernah mengetahui nama pemuda tersebut. Setiap kali ditanya, pemuda itu menjawab, “untuk apa ammu perlu tahu nama saya?” “aku ingin berdoa kepada Allah atas segala kebajikan yang kau lakukan kepadaku selama ini”.

”Ammu tak perlu berdoa untuk saya dan jangan lagi bertanyakan nama saya”, balas pemuda itu. Abdullah terkejut dengan jawapan pemuda itu, beliaupun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta pemuda itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai beliau tahu siapa dan mengapa dia terus memimpinnya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.

Mendengar sumpah Abdullah bin Ummi Maktum, pemuda itu kemudian berfikir panjang, dia kemudian berkata: “Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. “Aku adalah Iblis” jawabnya. Abdullah bin Ummi Maktum tersentak tak percaya, “Bagaimana mungkin engkau memimpinku ke masjid, sedangkan dirimu menghalang manusia untuk mengerjakan solat?” Iblis itu kemudian menjawab: “Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan solat subuh berjemaah, dirimu tersandung batu, lalu luka wajahmu?”.

“Iya, aku ingat” jawab Abdullah bin Ummi Maktum. “Pada saat itu aku mendengar ucapan malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain” jelas Iblis. “Oleh kerana itu aku selalu memimpinmu ke masjid dan mengantarkanmu pulang, khuatir jika engkau terjatuh lagi ketika berangkat ke masjid”

Astaghfirullah, ternyata iblis tak pernah rela sedikitpun melihat hamba Allah menjadi ahli ibadah. Terbukti semua cara ia tempuh, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan, khuatir kalau mangsanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Al Balad ayat 8 : Allah memberikan kenikmatan yang besar bagi mansia yakni berupa sepasang mata untuk digunakan dalam kebaikan

 Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

  • Kisah Ibnu Abbas dan Ali ketika wajahnya dipalingkan dari melihat wanita

Imam Nasa’i meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa seorang  wanita dari Khats’am meminta fatwa kepada Rasulullah saw. Pada waktu haji wada’ dan al-Fadhl bin Abbas pada waktu itu  membonceng Rasulullah saw. Kemudian Imam Nasa’i menyebutkan kelanjutan hadits itu, “Kemudian al-Fadhl melirik wanita  itu, dan ternyata dia seorang wanita yang cantik. Rasulullah  saw. lantas memalingkan wajah al-Fadhl ke arah lain.”

Imam Tirmidzi meriwayatkan cerita ini dari hadits Ali r.a. yang di situ disebutkan: “Dan Nabi saw. memalingkan wajah   al-Fadhl. Lalu al-Abbas bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa  engkau putar leher anak pamanmu?’ beliau menjawab, ‘Aku   melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, dan aku tidak  merasa aman terhadap gangguan setan kepada mereka.'” Tirmidzi berkata, “Hadits (di atas) hasan sahih.”13

  • Kisah Imam syafii yang mampu mengambil pelajaran dari pandangan

BAGHDAD, sekitar tahun 186-an hijriah. Seorang pengembara ilmu yang tak kenal lelah mengadukan nasib hafalannya yang tiba-tiba saja bermasalah. Sudah ribuan syair, ribuan ayat Al-Qur’an, dan ribuan hadits, lengkap dengan mata rantai periwayatannya, ia hafal di luar kepala. Namun entah kenapa pada saat dibutuhkan tiba-tiba saja koleksi hafalannnya itu susah untuk diingat.

Problem hafalan itu ia adukan kepada sang guru yang amat ia cintai. Sang guru yang bernama Waki’ ibn Al-Jarrah (W. 197 H) itu kemudian memberikan nasihat kepada murid kesayangan sekaligus kebanggaannya itu. Dengan santun nan bijak sang guru berkata, “tinggalkanlah maksiat, tinggalkanlah dosa”. Sederhana saja. Kemudian beliau sedikit menjelaskan, “Ilmu adalah cahaya. Bukan sembarang cahaya. Ia adalah cahaya dari Allah SWT. Dan Cahaya Allah tak akan teranugerahkan kepada si Al ‘ashi (pelaku maksiat) atau pendosa”.

Teringatlah sang murid genius dengan kejadian itu; dalam sebuah perjalanan, secara tak sengaja ia sekilas melihat bagian betis seorang wanita yang tersingkap karena tiupan angin. Yah, Itulah sebabnya. Maka ia pun beristighfar. Dan seperti biasa, setiap peristiwa penting seperti itu kemudian ia kisahkan dalam sebuah syair yang indah. Kali ini, peristiwa itu ia kisahkan dalam dua bait syair berwazan atau berbahar Wafir. “Syakautu ila Waqi’in sua hifdzi, Fa arsyadani ila tarki al ma’ashi, Wa akhbaroni bi anna ‘ilmu nuurun, Wa Nuurullahi la yu’tha li aashi”

Kisah yang dialami oleh mujtahid fiqih besar Imam Syafi’i diatas, barangkali bagi kebanyakan orang di zaman kita sekarang hanyalah kisah kecil. Peristiwa biasa. Apalagi itu tak sengaja. Namun tidak bagi Imam syafi’i. Bagi beliau yang berjiwa putih nan berhati bersih, yang selalu menjaga pandangan matanya dari semua yang dilarang dan diharamkan syariah, peristiwa “kecil” itu adalah peristiwa besar yang sangat berdampak bagi stabilitas hafalan dalam otaknya yang brilian.

At Takatsur ayat 6-7 : ancaman akan azab  yang pedih berupa melihat neraka

 niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.

 An Naba ayat 40 : Penegasan akan adanya hari pembalasan dan perhitungan atas apa yang diperbuat manusia selama hidupnya

 Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

 

An Naziat ayat 36 : Ancaman yang keras bagi orang-orang yang berbuat dosa, yang akan diperlihatkan neraka

 dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

 

An Naziat ayat 46 : Penglihatan saat hari kebangkitan yang bias diakibatkan ketakutan dan kecemasan yang luar biasa setelah diperlihatkan amal perbuatan selama hidup di dunia (penyesalan)

 Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.

  •  Hadits syafaat Al Uzma (syafaat terbesar)

At Takwir ayat 23: Penglihatan Nabi, Nabi Muhammad diberi keistimewaan dapat melihat malaikat yaitu jibril (kisah Rasul melihat Jibril dalam bentuk asli)

 Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

 Muthaffifin ayat 15 : Orang yang tidak beriman terhalang dari melihat Allah, Hanya orang yang beriman kelak dapat melihat Allah

Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.

Al Balad ayat 7 : Allah Maha Melihat dan mengawasi apa-apa yang dikerjakan manusia. Tidak ada satupu yang luput dari penglihatan Allah

 Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

 At Alaq ayat 7: Penilaian manusia terhadap dirinya yang sebenarnya keliru

karena dia melihat dirinya serba cukup.

(Allah SWT mengabarkan tentang manusia yang akan memiliki kebahagiaan, kesombongan dan melampaui batas jika melihat dirinya telah merasa cukup dan banyak harta)

  •  Kisah Nabi sulaiman (sumber kisah-kisah nabi tafsir ibnu katsir)

Al Alaq ayat 14: Peringatan kepada manusia bahwa Allah Maha Melihat apa-apa yang dikerjakan dan kelak akan dimintai pertangungg jawabannya

 Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

 Al Zalzalah ayat 7-8 : Setiap orang akan melihat balasan dari setiap perbuatannya

 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

PENJELASAN TENTANG ANATOMI MATA

Diagram mata manusia.

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Organ mata manusia

Organ luar

250px-Menschliches_auge

  1. Bulu mata berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.
  2. Alis mata berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata.
  3. Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.

Organ dalam

hal10

Bagian-bagian pada organ mata bekerja sama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf. Bagian-bagian tersebut adalah:

Kornea: Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.

Sklera: Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata-rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.

Pupil dan iris :Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya. Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.

Lensa mata : Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.

Retina atau Selaput Jala :Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.

Saraf optic:  Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.

Sistem kerja mata

Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat iris, selain memberi warna pada mata, iris juga dapat mengubah ukurannya secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. Sistem pengaturan otomatis yang bekerja pada mata bekerja sebagaimana berikut.

Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke otak, untuk memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot di sekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot di sekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina. Semua sistem yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan teknologi terbaru, bahkan sistem perekaman gambar buatan paling modern di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.

Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk kristal yang penuh dengan buah-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan iris kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehingga sel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama 11-cis retinal. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin.

Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni transdusin. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian diikuti gabungan satu molekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul kimia bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai senyawa bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain bernama phosphodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian reaksi kimia dalam sel.

Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energi listrik, energi ini merangsang saraf-saraf yang terdapat tepat di belakang sel retina. Dengan demikian bayangan yang ketika mengenai mata berwujud seperti foton cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal ini berisi informasi visual objek di luar mata. Agar mata dapat melihat sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam pusat penglihatan di otak. Namun sel-sel saraf tidak berhubungan langsung satu sama lain ada celah kecil yang memisah titik-titik sambungan mereka lalu bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan perjalanannya di sini serangkaian mekanisme rumit terjadi energi listrik diubah menjadi energi kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan dari satu sel saraf ke sel saraf berikutnya. Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang datang dari mata dari satu saraf ke saraf yang lain.

Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya, sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya ke tempat titik sambungan lainnya. Dengan cara ini sinyal berhasil mencapai pusat penglihatan pada otak, di sini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan akhirnya kita dapat melihat mangkuk yang penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya karena adanya sistem sempurna yang terdiri atas ratusan komponen kecil ini dan semua rentetan peristiwa yang menakjubkan ini terjadi pada waktu kurang dari 1 detik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s