Perencanaan perlengkapan bayi

Akhirnya bisa juga menulis lagi. Setelah beberapa bulan beradaptasi dengan kegiatan yang bertambah dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga kami, ini anak ke-empat kami Hanifah. Sangat menyenangkan ada bayi yang menghibur dikala mumet dengan si kakak dan rumahūüôā .

IMG_6434_Snapseed

Ada banyak ide ingin dituangkan sehubungan dengan anak-anak, bagian dari kegiatanku sehari-hari sebagai ibu rumah tangga full time dirumah. Tulisan ini hadir setelah menjalaninya bersama ketiga anak pertamaku dan setelah kehadiran anak keempat barulah bisa terpetakan apakah yang sebetulnya perlu disiapkan dan juga benar-benar diperlukan. Perlu ada perencanaan khusus karena kita harus menimbang pengeluaran dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini akan terbagi dari beberapa bagian yaa…

Ketika melahirkan anak pertama, saya tidak mempunyai pertimbangan apakah yang harus saya siapkan selain dari apa yang pernah dijalani kakak saya dan ibu saya. Begitu pula ketika anak kedua lahir. Yang saya tahu saat itu adalah membeli karena memang persediaanya kurang. Ketika anak ke tiga lahir barulah saya menimbang perlukah saya membelinya atau tidak dengan alasan:

  1. akankah bermanfaat setiap hari, setiap minggu atau hanya sesekali saja
  2. akankah dapat bertahan cukup lama atau tidak, artinya apakah dapat diturunkan kepada adik, sepupu dll. Jadi barang tersebut tidak cepat rusak sehingga tidak menumpuk tanpa manfaat dan menjadi sampah.
  3. juga bagaimana dengan perencanaan keuangannya. Apakah barang tersebut mempunyai pengganti dengan masa manfaat yang sama panjang tetapi lebih ekonomis, ataukan dapat dibuat sendiri. Jujur saja perlengkapan bayi yang berkualitas tidaklah berharga murah. Akan lebih baik jika dana yang ada ditempatkan untuk biaya pendidikan bukan!

Setelah anak ke-empat barulah saya menemukan perlengkapan apa saja yang sebenarnya saya perlukan untuk memudahkan pekerjaan saya sehari sehubungan dengan perlengkapan bayi dimana saya lebih sering merawat mereka sendiri sambil mengerjakan seluruh pekerjaan rumah (lebih sering tidak punya asisten tetap soalnya).

Popok Kain

DCO all

Popok kain merupakan alat tempur yang sangat saya andalkan dalam merawat bayi-bayi saya dari mereka newborn hingga lulus toilet training.  Popok kain yang saya punya tidak semuanya popok kain modern, sebagian lagi hanya popok kain biasa atau tradisional yang juga sama manfaatnya dengan yang modern. Ketika saya memutuskan untuk beralih menggunakan popok kain adalah ketika anak ketiga saya lahir (anda bisa membacanya disini). Popok kain ini adalah penyelamat dalam meringkas pekerjaan dan biaya bulanan, apalagi saat ini anak ketiga saya belum bisa untuk toilet training (saya terlalu sibuk soalnya :P) dan juga si adik yang baru usia 3 bulan (ingin mengenalkan EC tapi tenaga kok ngga ada yaaaa :P).

Sebagian besar popok kain yang saya koleksi adalah popok kain tradisional yang bisa sangat diandalkan saat musim hujan, diare atau perjalanan sekalipun digabung dengan popok kain modern . Bahkan merupakan warisan dari anak pertama saya. Saya sudah tidak pernah lagi membeli popok sekali pakai (sering disebut pampers yaa) sejak usia anak ketiga saya 5 bulan, dan sekarang sudah menginjak 2.5 tahun. Sebagian besar popoknya masih bisa dipakai si adik juga. Silahkan anda hitung berapa banyak biaya dan waktu yang saya selamatkan dengan menggunakan popok kain. Belum lagi sampah dari popok sekali pakai yang kotor ditempat sampah.  Tulisan tentang popok kain akan saya buat terpisah yaa.

Baby wrap

249708_218068541545481_122213717797631_825374_714053_n

Saya adalah ibu rumah tangga yang selalu dirumah dan lebih sering mengerjakan semua pekerjaan tanpa asisten, karenanya untuk bisa multi fungsi di saat bersamaan antara mengurus bayi dengan pekerjaan lainnya saya memerlukan alat yang dapat menggendong anak saya dari baru lahir dengan posisi yang nyaman baik untuk saya dan sang bayi dan juga kuat, dan tangan saya dapat bergerak kesana kemari sambil mengerjakan tugas lain termasuk mengejar si kakak yang sangat aktif.

Karena itu saya memilih baby wrap, saya menggunakan bobita wrap. Bahannya sangat nyaman stretchy dan kuat. jadi tidak terlalu panjang ketika digunakan. Ketika pertama kali menggunakan baby wrap ini terasa sulit bin ribet, tetapi setelah sering menggunakannya ternyata tidak sesulit ketika pertama kali plus juga mengurangi rasa pegal seperti ketika menggunakan model sling. Saya bukan orang yang bisa menggunakan kain jurik ataupun model sling lainnya, karena beban yang bertumpu pada sebelah bahu membuat saya sulit mengerjakan pekerjaan lain saat bersamaan menggendong dan juga membuat bahu cepat terasa pegal, apalagi dengan kain jurik…. kok melorot terus yaaa.

Slubber, blurp cloth dan bib ataupun baby apron

65781498e560294c6814fafd65fc9514

Anda pasti bertanya mengapa slubber, blurp cloth dan bib merupakan barang wajib yang kita perlukan. Benda-benda ini adalah penyelamat dalam mengurangi pekerjaan dalam mengganti pakaian kotor dan waktu yang lama dalam membersihkah pakaian bayi (bahkan balita) ketika mencuci. Noda makanan dan minuman sangat dulit dibersihkan. Ketika anak-anak masih 0-6 bulan, proses pemasangan baju selalu menjadi moment menangis, sedangkan baju mereka pada bagian dada depan dan leher sangat sering basah baik karena gumoh atau pun air liur mereka. Slubber dan blurp cloth merupakan barang yang wajib dimiliki dengan persediaan yang banyak. Kulit bayi sangat sensitif, sehingga pakaian basah terlalu lama akan menyebabkan ruam. Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan. Saya sedang berpikir untuk membuatnya agar bisa digunakan si kakak juga. Noda susu coklat sangat susah dibersihkan. Bisa anda bayangkan berapa banyak waktu dan pakaian yang harus dimiliki untuk urusan basah-basahan ini.

Swaddle

541121_10150797561071477_703716476_11583292_387939769_n

Dulu ketika anak pertama dan kedua, saya hanya mengenal bedong tradisional yang terbuat dari kain flannel yang dipasang melilit menutupi seluruh tubuh bayi agar mereka merasa nyaman terdekap seperti dalam perut ibu, juga agar mereka tidak mudah terkejut yang sering mengganggu tidur mereka. Cara menggunakannya juga sering membuat frustasi, apalagi bedong sekarang lebih kecil dari pada bayi saya. Jadi tangannya tertutup, kakinya terbuka deh. Belum lagi pada saat anak pertama dan kedua, saya hanya menggunakan pospak saat berpergian dan tidur malam, jadi persediaan bedong sangat banyak. what a waste.

Bedong model swaddle atau disini dikenal dengan bedong instan sangat mudah digunakan, frustasi karena menggunakan bedong tradisional sudah tidak ada. Harganya lebih mahal daripada bedong tradisional, tapi saya tidak memiliki banyak. Dengan menggunakan popok kain modern (maupun tradisional)  4 buah bedong instan sudah cukup digunakan sehari-hari juga lebih nyaman karena terbuat dari bahan katun lembut terutama bagi saya yang tinggal di Jakarta dan tanpa AC.

Kekurangan dari swaddle adalah tidak dapat digunakan lama, umumnya hanya hingga bayi berat 6 kg.  Saat ini sudah ada model baru yang dikeluarkan untuk mengatasinya, yaitu bobita 2 in 1 pouch.  Hadir tanpa lengan sehingga dapat digunakan sebagai sleeping bag di tempat yang berhawa panas dan bayi dapat bergerak bebas dan dapat menjadi swaddle dengan tambahan kain untuk membungkus lengan si bayi sperti menggunakan swaddle biasa.

Baju Onesize 

Saya suka dengan baju-baju onesize atau mungkin disini lebih sering disebut dengan jumper atau bodysuit. Baju ini mudah dikenakan dan dlebih rapi, terutama ketika bayi sudah mulai senang menendang, berguling dll. Sehingga perutnya tidak tersingkap. Jika ingin membuat kakinya tetap hangat dan terlindungi, biasanya saya berikan leg warmer, untuk memudahkan saya dalam mengganti popok kainnya tanpa harus mengganti baju atau celananya. Baju ini mempunya size untuk setiap bulan.

Bouncher

Bouncher  adalah sejenis tempat duduk yang dapat digerakan dengan lembut sehingga bayi dapat merasa tenang. Anak-anak saya sangat menyukainya terutama ketika usianya 1 bulan hingga 7 bulan. Alat ini adalah penolong saya dalam menidurkan bayi saya tanpa harus digendong. atau bisa saya titipkan ke kakaknya untuk goyangkan ketika saya sibuk dengan pekerjaan rumah yang tidak bisa saya tinggal.

Carrier

Carrier  merupakan gendongan yang praktis yang dapat dikenakan sejak bayi sudah dapat didudukan dengan kepalanya tegak.  Tidak senyaman baby wrap, tapi sangat membantu untuk bayi yang sudah besar dan senang bergerak. Dari pengalaman saya dengan carrier impor yang original (heheheh sombong nih, maaf aku tidak nyaman dengan narsis membeli barang bermerk tapi KW. karena bagaimanapun itu artinya pembajakan, dan saya sebagai pribadi akan marah, sedih dan murka jika sendainya hasil cipta saya diberlakukan seperti itu), kembali ke carrier impor saya, ternyata tidak nyaman untuk anak-anak saya karena ukurannya. Mungkin karena carrier impor jadi ukurannya lebih besar dari bayi saya, sehingga untuk berat dibawah 10 kg lebih nyaman dengan baby wrap daripada carrier.

Sekarang sudah ada beberapa brand carrier Indonesia yang bisa menjadi pilihan dan berkualitas antaranya Bobita Carrier dan Cuddleme. Dari hasil review produk tersebut bagus dan diterima baik dipasar lokal.

Stroller

Salah satu perlengkapan bayi yang wajib saya punya adalaha stroller.  Stroller merupakan penolong saya dalam melakukan aktivitas saya dipagi hari, dari mengantar kakak sekolah, belanja sayur dan jalan pagi untuk olahraga saya pribadi. Karena umumnya aktivitas itu saya lakukan secara rutin dan seiring waktu berat bayi saya bertambah sehingga tidak mungkin saya menggendong bayi saya dengan carrier atau baby wrap, sambil berbelanja. (beli sayurnya ditukang sayur yang buka lapak sekitar 500m dari rumah). Karenanya saya membeli stroller yang nyaman untuk anak saya juga kokoh untuk digunakan lama.

Jika bunda berencana membeli stroller, pilihlah stroller yang kokoh, mudah dilipat dan disimpan, mempunya roda yang kuat dan mudah dibersihkan. Bisa dipastikan lebih mahal, dengan harga hampir 1 juta rupiah, namun dapat digunakan lebih lama. Tidak perlu membeli ketika bayi baru lahir. Bayi baru lahir belum memerlukan stroller. Stroller lebih diperlukan bagi bayi yang sudah dapat duduk dengan kepala tegak. Sebagian bayi baru lahir takut jika dinaikan kedalam stroller, mereka lebih nyaman dalam gendongan.

Jadi siapkan budget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s