Bijaksana berpopok kain

Beberapa teman ada yang bertanya tentang berapa banyaknya kah popok kain yang harus mereka miliki untuk bisa bebas dari popok sekali pakai. Bahkan ada yang bertanya bagaimana untuk memulai memiliki popok kain untuk buah hati mereka.
Saya hendak berbagi berdasarkan pengalaman saya menggunakan popok kain bagi anak ketiga saya selama 4 bulan ini.
Seperti yang pernah saya ceritakan dalam tulisan sebelumnya, keinginan saya untuk menggunakan popok kain adalah untuk mengurangi rutinitas saya dalam merawat ketiga anak-anak saya dan urusan rumah tangga. Saya tidak pernah menggunakan popok sekali pakai setiap saat setiap hari, hanya untuk keperluan malam hari dan bepergian saja. Ketika malam hari umumnya saya sudah tidak bertenaga untuk sering mengganti celana bayi saya lagi jadi maunya istirahat deh. Sedangkan untuk bepergian saya menggunakan untuk kemudahan. Tapi berdasarkan pengalaman kedua kakaknya saya mulai mencari alternatif untuk mengurangi rutinitas mencuci, mengganti popok dan mengepel.
Berangkat dari sana saya mulai mencari popok kain untuk meringkas pekerjaan saya. Popok kain yang saya pertama kali saya beli adalah sample dari ananda diaper dan 1 GG original. Saya memilih menggunakan produksi dalam negeri karena harganya lebih masuk akal untuk saya, sesuai dengan tujuannya yaitu penghematan! Saya membelinya setelah anak saya berusia 1 bulan. Saya tidak menyiapkannya sebelum anak ketiga saya lahir. Jadi saya menunggu hingga baby saya lahir, biar ketahuan apakah dia alergi atau tidak, dan sesuaikah dia dengan popok kain yang saya pilih. 
Saya membeli sesuai dengan kemampuan keuangan dan keperluan saya. Memang seringkali sedikit mupeng dengan banyaknya jenis dan motif yang ditawarkan para produsen popok kain. Tapi kembali lagi pada tujuan semula, penghematan,…penghematan dalam segi waktu dan pekerjaan rumah tangga saya dan penghematan dalam anggaran.
Bulan berikutnya saya mulai membuat sendiri popok kain saya dengan bahan-bahan bekas yang saya miliki. Sambil terus menambah sesuai dengan kebutuhan saya. Faktor cuaca, keuangan dan metabolisme bayi saya menjadi pertimbangan saya dalam memilih popok kain yang saya buat dan saya beli.
Walaupun saya mempunyai mesin cuci tetap saja cuaca mempengaruhi cepat kering atau tidaknya popok kain. Metabolisme bayi saya dalam memproduksi pee dan pup dalam sehari juga menentukan popok seperti apa yang harus dipakainya ketika di perjalanan, ketika tidur malam dan ketika bermain. Yah pada akhirnya saya selalu mengenakan popok kain setiap saat untuk anak ketiga saya. dan berdasarkan anggaran yang saya punya  dan juga waktu yang saya punya, membuat saya selalu ingin menjahit sendiri popok kain utnuknya. ada rasa puas sendiri ketika dia menggunakan popok kain buatan mamanya. bahkan popok kain buatan saya justru menjadi andalan untuk tidur malam hari. Saya mempunyai 10 popok kain jahitan saya, dan 7 popok kain yang saya beli produksi dalam negeri.
Nasihat dari saya adalah
  1. Tentukan tujuan anda menggunakan popok kain. Tujuan menentukan dan menjadi dasar anda untuk membeli. Jangan terburu-buru membeli popok kain jika bayi anda belum lahir. Tapi boleh anda mencari tahu tentang jenis dan harga popok kain yang ada.
  2. Kenali metabolisme bayi anda. Biasanya setelah 2 bulan stiap anak akan mempunyai sistem yang teratur untuk pee dan pup. Dan untuk bayi yang ASIX dan Sufor umumnya berbeda. Bayi dengan sufor umumnya memproduksi pee dan pup lebih banyak dari pada bayi ASI. Newborn akan sangat sering pup dan pee, sehingga terkadang sering mengakibatkan ruam jika soaker nya tidak segera dibersihkan dan diganti.
  3. Tentukan anggaran dan mencoba membeli sedikit demi sedikit. Pastikan bayi anda sesuai dengan popok kain yang anda pilih. Sama seperti popok sekali pakai, terkadang ada bayi yang mempunyai kulit sensitif yang tidak bisa menggunakan popok kain dengan bahan tertentu. atau tidak sesuai dengan bentuk dari popok kain itu sendiri karena ada bayi dengan paha besar, pinggul kecil atau paha kecil pinggul besar. ets.
  4. Jika anda sudah tidak lagi mengalami kekurangan popok kain setiap harinya, stop untuk membeli. Nikmati saja cuci mata di OS yang menjual produk baru…..hampir setiap bulan selalu ada model dan brand baru yang lucu-lucu.
Notes: tulisan ini dibuat ketika hanif sudah berusia 5 bulan. sekarang hanif sudah berusia 1 tahun dan masih full popok kain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s